Presiden Jovenel Moise Dibunuh

Presiden Jovenel Moise Dibunuh , Minta Bantuan Pasukan AS

Presiden Jovenel Moise Dibunuh – Pemerintah Haiti meminta AS untuk menurunkan pasuka setelah sang presiden , Jovenel Moise dibunuh pada Rabu (7/7/2021).

Pasukan AS yang diterjunkan nantinya akan membantu menjaga pelabuhan, bandara, ladang minyak, dan infrastruktur penting negara lainnya.

Negara yang terletak di kawasan Karibia ini mempunyai sejarah yang tidak menginginkan keberadaan tentara Amerika Serikat. Hanya saja sekarang situasinya telah berubah setelah Presiden Jovenel Moise ditembak mati di kediaman pribadinya.

Pembunuhan ini diperkirakan akan memicu krisis terburuk di Haiti, yang sudah berjibaku menghadapi intrik politik dan kekerasan antar-gang. Menteri Pemilu Haiti Mathias Pierre menyatakan, permintaan dilayangkan setelah Presiden Joe Biden dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken berjanji membantu.

“Kelompok yang mendanai pelaku ini berniat menciptakan kekacauan. Menyerang bandara dan cadangan minyak mungkin akan mereka lakukan,” kata dia.

Jen Psaki selaku Sekretaris Pers Gedung Putih mengatakan jika AS akan mengirim penyidik senior FBI dan pejabat keamanan ke Port-Au-Prince.

Haiti menjelaskan bahwa pembunuhan Presiden Moise didalangi oleh sekelompok pasukan asing. Pihak keamanan sudah mengidentifikasi puluhan terduga pelaku, termasuk 26 warga Judi slot online Kolombia dan 2 pria AS keturunan Haiti.

Sosok Pembunuh Presiden Haiti

Presiden Jovenel Moise Dibunuh

Ada sebuah video yang telah beredar yang memperlihatkan terduga pembunuh Presiden Haiti yang telah dihajar massa.

Video yang viral menunjukkan salah satu terduga tentara bayaran Kolombia diarak ke Port-Au-Prince oleh warga.

Dari video ini , terlihat seorang pria yang telanjang dada dan diseret dalam keadaan berdarah oleh massa yang berteriak kepadanya.

Di video yang kedua memperlihatkan terduga pembunuh kedua diikat dengan tali, dan didorong oleh penduduk yang marah.

Rekaman video ini muncul setelah dua warga AS ditangkap dan dibawa oleh polisi ke hadapan media. Mereka adalah James Solages dan Joseph Vincent. Selain itu pihak kepolisian juga menangkap 15 orang Kolombia lainnya terbukti membawa sejumlah barang bukti.

Dilansir dari The Sun , barang bukti yang ditemukan berupa paspor, senjata, dan alat yang dipakai untuk membunuh Presiden Jovenel Moise,

Solages mengatakan bahwa dirinya adalah agen diplomatik bersertifikat. Dilihat dari situs yang dia buat di tahun 2019 , ia menyebut jika dirinya politisi semula.

Meski begitu, dalam situsnya dia mengaku pernah bekerja sebagai petugas keamanan Kedutaan Besar Kanada di Port-Au-Prince.

Kementerian Luar Negeri AS mengaku sudah mengetahui ada warganya yang diduga menjadi pelaku pembunuhan Moise. Namun mereka masih enggan berkomentar lebih lanjut saat ini.

Di sisi lain , tiga terduga tersangka dilaporkan tewas dalam baku tembak, dengan delapan lainnya masih buron.

“Orang asing datang ke sini dan membunuh presiden kami. Jelas kami akan menyeretnya ke pengadilan,” tegas Leon Charles, polisi setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *