Anis Kembali Memberlakukan PSBB

Anis Kembali Memberlakukan PSBB Untuk Yang Kedua Kalinya

Anis Kembali Memberlakukan PSBB – Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan kembali memberlakukan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ) pada tanggal 14 September 2020 lalu. PSBB sebelumnya sudah sempat dilakukan beberapa bulan yang lalu.

Tentunya Anis melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan. Alasan diberlakukannya kembali PSBB karena makin parahnya jumlah penularan dan juga tingginya angka kematian yang disebabkan oleh virus corona. Menurut Anis , jika terus dibiarkan seperti ini , maka rumah sakit tidak akan cukup untuk bisa menampun seluruh pasien covid di Jakarta.

Anis Kembali Memberlakukan PSBB

“Meskipun kita mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit kita, tapi jumlah kasus aktif di Jakarta pertambahannya lebih cepat daripada pertambahan kapasitas tampung untuk pelayanan rumah, baik tempat tidur atau ICU.

Oleh karena itu , ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh warga DKI Jakarta selama masa PSBB ini berlaku :

  • Kegiatan perkantoran di Jakarta harus ditutup dan bekerja dari rumah. Namun ada 11 bidang usaha yang harus tetep berjalan selama masa PSBB ini dengan syarat tidak bisa beroperasi penuh dan jumlah karyawan yang dibatasi.
  • Seluruh tempat hiburan kembali ditutup
  • Kegiatan belajar tetap berlangsung dirumah masing masing.
  • Usaha makanan diperbolehkan dengan syarat harus dibawa pulang ataupun diantar.
  • Tempat ibadah tetap menerapkan protokol yang ketat dan hanya bisa dipakai oleh warga sekitarnya saja.
  • Beberapa transportasi publik dibatas jumlah dan jam operasionalnya. Ganjil Genap juga tidak berlakukan selama masa PSBB berlangsung.

Mendengar akan diadakannya kembali PSBB di Jakarta , sejumlah menteri Jokowi mengaku khawatir dengan keadaan kedepannya. Masalahnya banyak sektor sektor dibidang apapun sudah mengalami pemulihan setelah tidak diberlakukannya PSBB yang pertama.

Anis Kembali Memberlakukan PSBB

Salah satu menteri yang mengkhawatirkan akan hal itu adalah Agus Gumiwang , Menteri Perindustrian. Ia berkata jika PSBB ini kembali diberlakukan , maka nantinya kinerja industri akan kembali memburuk seperti di awal PSBB kemarin.

“DKI kembali akan menerapkan PSBB ketat. Ini tentu sedikit banyak akan kembali memengaruhi kinerja industri manufaktur yang ada di RI, apalagi kalau diikuti provinsi lain yang kembali menerapkan PSBB ketat. Kami melihat industri yang sudah menggeliat ini, kami khawatir mendapat tekanan,” ucap Agus dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kadin, Kamis (10/9/2020).

Banyak pro dan kontra tentang keputusan Anis kembali memberlakukan PSBB ini. Namun pastinya , Anis selalu punya alasan baik dibalik hal tersebut. Kita sebagai warga DKI Jakarta diharapkan bisa mengikuti peraturan peraturan yang ada selama PSBB agar bisa menurunkan kasus covid ini.